Research Residensi

Research Residency merupakan program residensi berbasis riset yang diselenggarakan oleh Cemeti – Institute for Art and Society. Berbeda dengan Program Residensi Reguler, program ini tidak berorientasi pada produksi karya atau presentasi akhir, melainkan memberikan ruang dan waktu bagi seniman untuk memperdalam proses penelitian sebagai bagian integral dari praktik artistik mereka.
Program ini mendukung seniman dalam mengembangkan pertanyaan, mengeksplorasi konteks, membangun relasi, serta melakukan observasi, studi arsip, perjalanan lapangan, dan percakapan dengan berbagai individu maupun komunitas. Melalui pendekatan ini, penelitian dipahami bukan sebagai tahap awal menuju produksi karya, melainkan sebagai praktik artistik yang memiliki nilai dan kontribusi tersendiri dalam membangun pengetahuan.
Selama residensi, peserta didampingi oleh tim Cemeti melalui diskusi berkala dan difasilitasi untuk membangun jejaring dengan seniman, peneliti, akademisi, komunitas lokal, serta berbagai pihak yang relevan dengan fokus penelitian masing-masing. Program ini mendorong proses belajar yang terbuka, reflektif, dan berakar pada keterlibatan yang mendalam dengan konteks sosial, budaya, sejarah, maupun lingkungan.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya pada 2027, Research Residency terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internasional. Program ini pertama kali diselenggarakan pada 2025 melalui kerja sama antara Cemeti – Institute for Art and Society, Institut français d’Indonésie (IFI), dan Cité internationale des arts (Prancis). Pada tahun berikutnya, kemitraan diperluas bersama Singapore Art Museum (SAM). Melalui dukungan SAM Fund for Arts and Ecology, program ini juga membuka panggilan terbuka bagi seniman yang berbasis di kawasan Asia Tenggara.
Melalui pengembangan jejaring internasional tersebut, Research Residency berupaya memperluas ruang pertukaran pengetahuan, memperkuat praktik riset artistik, serta membangun hubungan jangka panjang antara para praktisi seni di Indonesia, Asia Tenggara, dan komunitas seni internasional.