Residensi
Program Residensi Seniman di Cemeti menyediakan platform bagi para seniman dengan praktik berbasis pasca-studio, mendorong proses penelitian artistik dan pertukaran pengetahuan yang terbuka. Ambisi pendorong residensi adalah untuk mendorong dan mendukung seniman untuk terhubung langsung dengan komunitas lokal, membangun hubungan yang bermakna, dan menangani masalah-masalah utama yang dipertaruhkan dalam konteks lokal/regional melalui pekerjaan mereka. Adalah harapan kami bahwa penduduk tidak hanya memiliki kesempatan untuk mengembangkan praktik mereka sendiri tetapi juga menciptakan pertukaran yang berarti dengan masyarakat lokal dan konteks Yogyakarta.
Tim residensi mendukung seniman dalam mengembangkan perspektif kritis pada praktik mereka sendiri, menghubungkan mereka dengan seniman lokal, kurator, pekerja seni, peneliti dan akademisi, serta dengan beragam konstituensi dari seluruh kota. Dua ragam program residensi Cemeti adalah sebagai berikut:
Reguler
Program Residensi Reguler merupakan program residensi tahunan yang diselenggarakan oleh Cemeti – Institute for Art and Society dan berlangsung selama tiga bulan, dari Maret hingga Mei. Setiap periode residensi menghadirkan satu hingga dua seniman Indonesia serta satu seniman internasional. Partisipasi seniman internasional terlaksana melalui kerja sama dengan mitra atau lembaga pendanaan yang mendukung penyelenggaraan program, termasuk biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan residensi lainnya.
Program ini dirancang sebagai ruang bagi seniman untuk mengembangkan praktik artistik melalui riset, dialog, dan keterlibatan dengan konteks lokal. Selama masa residensi, peserta didampingi oleh tim Cemeti melalui pertemuan rutin sebagai ruang diskusi kritis untuk mengeksplorasi gagasan, pertanyaan, proses, dan pengalaman yang berkembang selama residensi.
Selain menjalankan riset dan praktik mandiri, para seniman juga didorong untuk berbagi proses dan pengetahuan mereka melalui berbagai kegiatan publik, seperti presentasi, diskusi, pemutaran film, lokakarya, pembacaan, jamuan bersama, atau format lain yang relevan dengan praktik masing-masing. Kegiatan-kegiatan ini menjadi kesempatan untuk membangun percakapan dan pertukaran pengetahuan dengan seniman, peneliti, komunitas, serta publik yang lebih luas.
Program residensi ditutup dengan sebuah presentasi akhir yang dapat berupa pameran, pertunjukan, proyek berbasis lokasi, proyek kolaboratif dengan komunitas, publikasi, atau bentuk presentasi lain yang paling sesuai dengan perkembangan praktik dan penelitian peserta selama residensi.
Panggilan terbuka untuk seniman Indonesia dibuka setiap akhir tahun. Informasi terbaru mengenai jadwal dan persyaratan pendaftaran dapat dilihat pada halaman Open Call.
Mitra yang telah dikonfirmasi untuk Program Residensi Reguler 2027:
Mondriaan Fonds (Belanda), yang mendukung partisipasi seniman yang berbasis di Belanda. Seniman yang memenuhi kriteria dapat mendaftar melalui panggilan terbuka yang diumumkan oleh Mondriaan Fonds.
Research
Research Residency merupakan program residensi berbasis riset yang diselenggarakan oleh Cemeti – Institute for Art and Society. Berbeda dengan Program Residensi Reguler, program ini tidak berorientasi pada produksi karya atau presentasi akhir, melainkan memberikan ruang dan waktu bagi seniman untuk memperdalam proses penelitian sebagai bagian integral dari praktik artistik mereka.
Program ini mendukung seniman dalam mengembangkan pertanyaan, mengeksplorasi konteks, membangun relasi, serta melakukan observasi, studi arsip, perjalanan lapangan, dan percakapan dengan berbagai individu maupun komunitas. Melalui pendekatan ini, penelitian dipahami bukan sebagai tahap awal menuju produksi karya, melainkan sebagai praktik artistik yang memiliki nilai dan kontribusi tersendiri dalam membangun pengetahuan.
Selama residensi, peserta didampingi oleh tim Cemeti melalui diskusi berkala dan difasilitasi untuk membangun jejaring dengan seniman, peneliti, akademisi, komunitas lokal, serta berbagai pihak yang relevan dengan fokus penelitian masing-masing. Program ini mendorong proses belajar yang terbuka, reflektif, dan berakar pada keterlibatan yang mendalam dengan konteks sosial, budaya, sejarah, maupun lingkungan.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya pada 2027, Research Residency terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internasional. Program ini pertama kali diselenggarakan pada 2025 melalui kerja sama antara Cemeti – Institute for Art and Society, Institut français d’Indonésie (IFI), dan Cité internationale des arts (Prancis). Pada tahun berikutnya, kemitraan diperluas bersama Singapore Art Museum (SAM). Melalui dukungan SAM Fund for Arts and Ecology, program ini juga membuka panggilan terbuka bagi seniman yang berbasis di kawasan Asia Tenggara.
Melalui pengembangan jejaring internasional tersebut, Research Residency berupaya memperluas ruang pertukaran pengetahuan, memperkuat praktik riset artistik, serta membangun hubungan jangka panjang antara para praktisi seni di Indonesia, Asia Tenggara, dan komunitas seni internasional.
A title
{date-time}
A title
{date-time}
A title
{date-time}
A title
{date-time}

English