About Cemeti

Cemeti–Institut untuk Seni dan Masyarakat (sebelumnya bernama Galeri Cemeti, kemudian Rumah Seni Cemeti) merupakan wadah perintis bagi seni kontemporer di Indonesia. Didirikan di Yogyakarta pada tahun 1988 oleh seniman Mella Jaarsma dan Nindityo Adipurnomo, Cemeti hadir pada masa krusial perkembangan seni kontemporer di Indonesia, dengan dedikasi terhadap eksperimentasi artistik, diskursus kritis, dan pertukaran budaya.
Selama lebih dari tiga dekade, Cemeti telah memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan seni kontemporer di Indonesia. Melalui pameran, komisi karya, publikasi, residensi, dan inisiatif penelitian jangka panjang, Cemeti berkontribusi pada munculnya praktik artistik baru, pendekatan kuratorial, serta percakapan kritis. Dengan bekerja bersama berbagai generasi seniman, kurator, penulis, peneliti, dan praktisi budaya, Cemeti telah mendorong dialog berkelanjutan antara konteks lokal dan internasional, serta menjadi titik temu pertukaran di dalam negeri sembari turut serta dalam percakapan seni kontemporer yang lebih luas di tingkat regional dan global.
Berbasis di Yogyakarta, Cemeti mengembangkan program-programnya melalui kerja sama erat dengan seniman, kurator, peneliti, aktivis, penulis, penampil, dan komunitas lokal. Program-program ini mencakup pameran, lokakarya, diskusi, pertemuan (assemblies), publikasi, proyek penelitian jangka panjang, serta program residensi seniman yang diselenggarakan dua kali setahun. Secara keseluruhan, berbagai kegiatan ini memosisikan institusi tersebut sebagai ruang bagi produksi artistik, penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pelibatan publik.
Pada tahun 2017, institusi ini menambahkan subjudul Institut Seni dan Masyarakat untuk mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap praktik artistik yang terlibat secara sosial dan politis. Subjudul tersebut menandai perubahan dalam cara institusi mendefinisikan dirinya, dengan mengakui potensi sebuah institusi seni untuk berfungsi tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai wadah bagi keterlibatan warga, kebutuhan kolektif, dan diskursus publik.
Saat ini, Cemeti terus mengembangkan diri berdasarkan sejarah institusionalnya sembari merespons perubahan kondisi budaya, sosial, dan politik. Melalui kolaborasi jangka panjang, program berbasis penelitian, dan dukungan terhadap praktik artistik eksperimental, Cemeti tetap menjadi titik acuan penting dalam lanskap seni kontemporer Indonesia sekaligus berkontribusi pada pertukaran yang terus berlangsung di Asia Tenggara dan komunitas seni kontemporer internasional yang lebih luas.

DEWAN PENASIHAT

Mella Jaarsma

Nindityo Adipurnomo

Jompet Kuswidananto

Natasha Sidharta

Jean-Pascal Elbaz

TIM

Direktur & Kepala Kurator
Dito Yuwono & Mira Asriningtyas

Manajer Operasional & Kerumahtanggaan
Tiara Afriani

Staf Produksi & Desain
Alfonsus Lisnanto

Staf Operasional dan Galeri
Damaradi Pandu Wicaksono

Staf Teknis & Kerumahtanggaan
Joko
Rizky Ramadhan Aji

Patron of Cemeti 2025-2026
Virginia Yee

Friends of Cemeti 2025-2026
Adeline Ooi
Che Xuanqiao
Gerrit Groen
Jonathan Harjo
Laksamana Tirtadji
Luly J. Iskandar
Nathan Gunawan