The People As Infrastructures
Sejak awal berdirinya, pendukung utama Cemeti adalah masyarakat.
Di Indonesia, seni kontemporer secara historis berkembang melalui infrastruktur yang bersifat informal, kolektif, dan digerakkan oleh komunitas. Ruang-ruang independen, inisiatif seniman, dan organisasi budaya sering kali mampu bertahan berkat jaringan kepercayaan, persahabatan, kemurahan hati, dan komitmen bersama.
Cemeti merupakan bagian dari ekosistem ini. Sejarah kami terbentuk bukan hanya melalui dukungan finansial, melainkan juga berkat kontribusi waktu, pengetahuan, kepedulian, dan tenaga dari berbagai kalangan—mulai dari seniman, audiens, kolaborator, sukarelawan, hingga komunitas.
Kami meyakini bahwa masyarakat adalah infrastruktur seni yang paling penting. Setiap hubungan, kolaborasi, dan bentuk dukungan turut menjaga keberlangsungan praktik artistik yang independen.
Komitmen terbesar kami—sekaligus sosok-sosok yang menjadi pendukung sejati kami—adalah mereka yang telah memungkinkan keberadaan Cemeti: para seniman, komunitas, kolaborator, audiens, dan sahabat yang kepercayaan, kepedulian, serta kemurahan hatinya telah menopang institusi ini sejak awal.
